Senin, September 26, 2005

Seng rombeng jadi tonggak??

Setidaknya ada tiga tonggak-tonggak sejarah(...hehe inget PSPB deh) yang mejadi cikal bakal tersebutnya kalanganDW

Satu:
Empat bocah (hehe abis kalo liat anak SMA sekarang kok imut2 banget ya brarti kita dulu juga segitu toh!), yang kebetulan duduk ber depan belakang di pojok kiri belakang di kelas I3 SMA Babarsari angkatan 92(lulus), suka sekali makan lempok (dodol duren) di kelas pada waktu pelajaran. Adalah Wegi atau kita sering panggil dia si"We" anak baru dari SMP di Riau yang trenyuh melihat temen2 barunya sehingga suka bawa lempok yang katanya dari kampungnya sono.Nah karena rasa duren yang tertebar di kelas termasuk menghebohkan, kita rahasiakan keberadaan lempok tersebut sebatas berempat aja...kita sering menyebutnya untuk "kalangan sediri" atau kalangan dewe...maka lempok termasuk tonggak!!

Dua:
Pada waktu itu si"We" (lagi2 dia ternyata) membawa mercon kalo nggak salah 2 biji (Si"We" ini emang suka bawa barang aneh2 kaya doraemon aja hehe). Ledakan pertama di sebuah WC jorok tak kepake berlangsung dengan sukses dan menghebohkan mengingat mercon pada saat itu belum masuk desa eh sekolahan kita. Sayangnya untuk yang kedua rahasia sudah sedikit menyebar sehingga segerombolan (KalanganDW plus penyo,hengky,surya sapa lagi ya lupa!) anak I3 yang pas itu pulang "gasik" (pulang awal) bertekad mengagetkan kelas I1 dan I2 dengan meletakan mercon di deket jendela mereka...tetapi...pada saat kita ada di atas motor untuk mendengar merdunya suara mercon, Imam (salah satu dari kalanganDW) lari tergopoh2 hendak membungkam mercon tersebut dengan alasan Kepala Sekolah bapak Soediyono tercinta melihat dia. Ketika itulah suara BUM membahana dan kitapun (kecuali Imam dong) langsung tancap gas....

Sore kemudian Imam muncul kemudian doi bilang bahwa dia ketangkap basah dan dibasahi oleh muncratnya sumpah serapah Sang Kepala Sekolah. Ketika disuruh mengaku siapa temennya kita sepakat bahwa hanya kita berempat yang ada, sebatas kita saja, kalangan dewe wae!"....Akhirnya sukses kita masuk buku hitam sekolah untuk yang pertama...Mercon juga tonggak!!

Tiga:
Setelah naik kelas II, si"We" tidak sekelas lagi bangkunya kemudian diduduki oleh Wawan, bocah ganteng eks kelas I5. Ketika itu nggak tau kenapa kita lagi jalan berempat lewat belakang kelas I3 tempat peristiwa mercon dulu, waktu itu kita lagi sebel dapat nilai jelek pelajaran Kimia kalo nggak salah trus pas disitu ada lembaran seng ukuran kira2 50x100cm kita tendang2 pukul2 lempar sebagai pelampias sambil berdiskusi ttg suara geledek yang bisa dihasilkan. Nggak taunya pas kami balik badan didepan kami banyak sekali orang2 yang lagi nonton lengkap dengan Sang Kepala Sekolah Pak Soediyono tercinta!!!....sukses masuk buku hitam yang kedua dengan posisi ganti gitaris dari Si"We" jadi Si"Wa" (Wawan maksudnya!). Seng rombeng jadi tonggak?? nggak elit banget!

Oh ya berarti kurang dua yang belum tersebut yaitu Ali dan aku..Tarto...cao

0 klik tuk kasih komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentarnya
kalo bingung pilih aja anonim